0812-600-440-59

Foto Saya
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
1991 s/d 2000 Kwok Brothers Group (Malaysia) PT.Tidar Kerinci Agung Palm Oil Mill 2000 s/d sekarang Taiko Group,(Malaysia) PT.Bukara Bleaching Earth
Google
 

Jumat, 29 Februari 2008

Kelapa Sawit

Tipe kelapa sawit :

Kelapa sawit memiliki banyak jenis, berdasarkan ketebalan cangkangnya

kelapa sawit dibagi menjadi :
* Dura
* Pisifera
* Tenera.
Dura
merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%.
Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah.
Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing-masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%.
Untuk pembibitan massal, digunakan teknik kultur jaringan.


Panen
Kelapa sawit biasanya berbuah setelah berumur 2,5 tahun. Buahnya menjadi masak 5,5 bulan setelah penyerbukan.

Dalam memanen perlu diperhatikan beberapa ketentuan umum agar buah yang dihasilkan baik mutunya sehingga minyak yang dihasilkan juga bermutu baik. Panenan harus dilaksanakan pada saat yang tepat akan menentukan kuantitas dan kualitas buah kelapa sawit.

Dalam pembentukan minyak di dalam buah berlangsung selama 24 hari, yaitu pada saat buah mulai masak. Panenan yang dilakukan sebelum proses pembentukan minyak selesai akan mengakibatkan hasil minyak yang kurang dari semestinya. Panenan sesudah proses pembentukan minyak selesai, akan merugikan karena banyak buah yang lepas dari tandannya dan jatuh ke tanah. Buah yang terlalu masak, kandungan minyaknya akan berubah menjadi asam lemak bebas (free fatty acid) yang mengakibatkan rendahnya mutu minyak dan mudah terserang hama dan penyakit.

a. Kriteria panen :
Ø Suatu areal tanaman dapat dipanen apabila 60 % atau lebih buahnya telah matang panen.
Ø Tanaman telah berumur ± 31 bulan.
Ø Berat tandan telah mencapai 3 kg atau lebih.
Ø Penyebaran panen telah mencapai 1 : 5, yaitu setiap 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen.
b. Ciri-ciri tandan matang panen.
Ø Adanya buah yang lepas / jatuh dari tandannya sekurang-kurangnya 5 buah untuk tandan yang beratnya kurang dari 10 kg, atau sekurang-kurangnya 10 buah untuk tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.
c. Persiapan panen.
Ø Untuk memperlancar panenan, perlu dipesiapkan tempat untuk mengumpulkan hasil.
Ø Mengadakan perbaikan jalan-jalan untuk memudahkan pengangkutan hasil panen (pasar pikul).
Ø Para pemanen mempersiapkan alat yang diperlukan seperti dodos untuk pohon yang masih rendah dan egrek / arit bergagang bambu panjang untuk pohon yang tinggi.
d. Cara panen
Cara panen yang dianjurkan adalah sebagai berikut :
Ø Semua tandan yang telah matang harus dipanen.
Ø Tandan buah dipotong dengan dodos atau egrek bergagang panjang.
Ø Sebelum tandan dipotong, pelepah daun yang menyangga buah sebaiknya dipotong lebih dulu.
Ø Bekas potongan pelepah harus melengkung menyerupai tapal kuda, yaitu miring keluar.
Ø Pemotongan tandan harus dekat pada pangkalnya.
Ø Setiap tandan yang telah dipanen diberi tanda pada bekas potongannya yang berisi initial pemanen dan tanggal panenan dilaksanakan.
Ø Pelepah daun yang dipotong dari ppohonnya harus ditumpuk secara teratur pada gawangan (ruangan kosong di antara barisan tanaman) dan ditelungkupkan.
e. Pengumpulan buah hasil panenan.
Ø Tandan buah yang dipotong (dipanen) harus diletakkan di piringan, mengarah ke jalan pikul (pasar pikul).
Ø Buah yang lepas (brondolan) di letakkan terpisah dari tandannya.
Ø Tandan yang masih bergagang harus dipotong sedekat mungkin (mepet) dengan tandannya. Tandan buah dikumpulkan di Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) dan diatur berbaris 5 atau 10.
Ø Buah-buah yang lepas ditumpuk / disatukan terpisah dari tandan. Buah yang lepas harus bersih dari kotoran (tanah, sampah dll.)
Ø Tandan dan buah yang lepas dari TPH diangkut dengan truk / trailer ke pabrik. Pengangkutan harus dilaksanakan secepat-cepatnya.
f. Giliran panen
Ø Setiap pekerja pemanen dalam satu hari diwajibkan dapat memanen 600 – 1000 kg buah (50 – 80 tandan buah), tergantung umur tanaman.
Ø Agar supaya seorang pemanen dapat memanen sejumlah itu, dalam giliran panen seminggu (7 hari) umum digunakan sistem panen 5 / 7, yaitu 7 hari panenan hanya dilakukan 5 hari. Sisa yang 2 hari digunakan untuk libur dan perbaikan alat-alat yang digunakan.
g. Banyaknya hasil
Ø Banyaknya hasil setiap hektar tanaman produktif tergantung dari berbagai faktor, antara lain : kualitas tanaman, kesuburan tanah, keadaan iklim, umur tanaman, gangguan hama / penyakit dan pemeliharaan tanaman.

Pengolahan.
Pengolahan tandan buah segar sampai diperoleh minyak sawit kasar (crude palm oil, CPO) dan inti sawit dilaksanakan melalui proses yang cukup panjang.
Urutan pengolahan kelapa sawit sebagai berikut :
Ø Pengangkutan buah ke pabrik
Ø Perebusan buah (sterilisasi)
Ø Pelepasan buah (stripping) dari tandan dan pelumatan (digesting)
Ø Pengeluaran minyak (Pressing)

a. Pengangkutan buah ke pabrik.
Ø Buah kelapa sawit dari kebun harus secepatnya diangkut dengan alat angkutan yang tepat yang dapat mengangkut buah sebanyak-banyaknya, seperti lori, traktor gandeng atau truk.
Ø Sesampainya di pabrik, buah harus segera ditimbang kemudian dimasukkan ke dalam lori perebusan yang biasanya berkapasitas 2,5 ton setiap lori.
Ø Buah yang tidak segera diolah akan menghasilkan minyak dengan kadar asam lemak bebas (free fatay acid) tinggi.
Ø Untuk menghindari terbentuknya asam lemak bebas (alb), pengolahan harus sudah dilaksanakan paling lambat 8 jam setelah panenan.

b. Perebusan buah ( Streilizer )
Ø Buah serta direbus dalam tempat rebusan dengan mengalirkan / menekankan uap panas selama 60 menit ke dalam tempat rebusan.
Ø Suhu uap yang digunakan adalah 125 0C dan tekanan dalam ruang sterilisasi ± 2,5 atmosfir.
Ø Maksud dari perebusan buah adalah :
§ Agar buah mudah dilepas dari tandannya.
§ Untuk membunuh enzim penstimulir pembentukan asam lemak bebas.
§ Agar daging buah menjadi lunak.
§ Untuk memudahkan terlepasnya inti dari cangkangnya.
§ Untuk menambah kelembaban dalam daging buah sehingga minyak lebih mudah dikeluarkan (dipisahkan).
§ Untuk mengkoagulasikan protein sehingga proses pemurnian minyak lebih mudah.

c. Pelepasan buah dan pelumatan ( Thresher )
Ø Tandan buah yang telah direbus dimasukkan ke dalam mesin pelepas buah (thresher), kemudian buah yang lepas (rontok) dibawa ke dalam mesin pelumat (digester).
Ø Sambil dilumat, buah dipanasi (diuapi) lagi supaya daging buah hancur dan lepas dari bijinya, keadaan demikian memudahkan proses pengeluaran (ekstraksi) minyak.
Ø Tandan kosong (telah lepas buah-buahnya) kemudian diangkut ke tempat pembakaran (incinerator) dan digunakan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan uap yang digunakan dalam proses sterilisasi.
Ø Sisa pembakaran berupa abu yang mengandung ± 30% K2O, yang digunakan untuk pemupukan Kalium di kebun. Sebagian tandan kosong digunakan sebagai bahan mulsa.

d. Pengeluaran minyak ( Pressing )
Ø Ada bermacam cara untuk mengeluarkan minyak (extraction of oil), tetapi yang umum dipakai adalah pengepresan dengan menggunakan alat / mesin pengepres tipe hydraulic, centrifugal atau tipe continuous screw press.
Ø Daging buah yang sudah dilumatkan di mesin pelumat dimasukkan ke dalam alt pengepres, kemudian dipres sehingga minyak dapat dikeluarkan dan dipisahkan dari ampasnya.
Ø Minyak yang keluar ditampung untuk selanjutnya dimurnikan, sedangkan ampasnya keluar secara terpisah dan dapat digunakan sebagai bahan bakar.

e. Pemurnian dan penjernihan minyak ( Clarification )
Ø Minyak yang keluar dari mesin pengepres mengandung 45 % sampai 55 % air, lumpur dan bahan-bahan lainnya.
Ø Minyak yang masih kasar ini dibawa ke tangki pemurnian atau tangki klarifikasi. Setelah mengalami pemurnian akan diperoleh 90 % minyak, dan sisanya adalah lumpur.
Ø Setelah dilakukan penyaringan kemudian minyak ditampung dalam tangki dan dijernihkan lebih lanjut untuk memisahkan air yang masih terkandung di dalamnya.
Ø Selanjutnya minyak dilewatkan pada continuous vaccum drier sehingga diperoleh minyak berkadar air kurang dari 0,1 %. Minyak ini ditampung dalam tangki-tangki penampungan dan sudah siap untuk dijual pada konsumen.
Ø Kualitas minyak kelapa sawit ditentukan oleh kadar asam lemak bebas, kandungan air dan mudah atau tidaknya minyak tersebut dijernihkan (bleachability).

f. Pemisahan biji dari sisa-sisa daging buah
Ø Sisa pengepresan yang berupa ampas dibawa ke alat pembuang sisa daging buah (depericarper).
Ø Pada proses pemisahan biji dari sabutnya, digunakan proses pengeringan dan penghembusan.
Ø Dengan proses ini serat dan bahan-bahan lain yang kering dan ringan terhembus keluar melalui cyclone, kemudian ditampung untuk digunakan sebagai bahan bakar.
g. Pengeringan dan pemecahan biji
Ø Biji dari alat pembuang daging buah (depericarper) diangkut ke silo dan dikeringkan di sini.
Ø Biji - biji yang telah kering ini, intinya mengkerut dan mudah dilepaskan dari cangkang atau tempurungnya.
Ø Biji-biji yang telah dipisahkan berdasarkan diameternya, kemudian dipecah lagi agar inti dan cangkangnya dapat dipisahkan.

h. Pemisahan inti dari cangkang
Ø Prinsip pemisahan biji dari cangkangnya adalah karena adanya perbedaan berat jenis antara inti dan cangkang.
Ø Caranya adalah dengan mengapungkan biji-biji yang telah dipecahkan dalam larutan lempung yang mempunyai berat jenis 1,16.
Ø Dalam keadaan ini inti kelapa sawit akan mengapung dalam larutan dan cangkang akan mengendap di dasar.
Ø Inti dan cangkang diambil secara terpisah kemudian dicuci sampai bersih. Alat yang digunakan untuk memisahkan inti dari cangkangnya disebut hydrocyclone separator.
Ø Inti buah dibawa ke silo dan dikeringkan pada suhu 80' C. Selama pengeringan harus selalu dibolak-balik agar keringnya merata.
Ø Inti yang telah kering dipak, kemudian dimasukkan ke dalam karung goni dan siap untuk dijual atau diolah lebih lanjut.
Ø Cangkang buah kelapa sawit sering dipakai sebagai bahan baker ketel uap, bahan pengerasan jalan-jalan kebun atau diolah menjadi arang yang banyak digunakan dalam industri karbon aktif. Dalam proses pengolahan buah kelapa sawit diperoleh produk utama dan beberapa produk sampingan. Sebagai produk utama adalah minyak kelapa sawit (crude palm oil) dan inti sawit ( Kernel ), sedangkan produk sampingannya adalah tempurung, ampas dan tandan kosong.
Kegunaan dari masing-masing produk tersebut adalah :
Ø Minyak kelapa sawit merupakan bahan baku untuk industri sabun, minyak goreng, mentega dan lain-lain.
Ø Inti sawit yang menghasilkan minyak inti digunakan sebagai bahan kosmetika.
Ø Cangkang atau tempurungnya dapat digunakan sebagai bahan bakar, yaitu arang aktif yang biasa digunakan dalam industri kesehatan.
Ø Tandan kosong untuk bahan baker ketel uap, mulsa dan abu sebagai pupuk Kalium.
Ø Ampas lumatan daging buah untuk bahan baker ketel uap ( Boiler )

1 komentar:

PT. Berkat Mulia mengatakan...

Berhubung Bapak cukup banyak pengalaman di PKS, mohon beri petunjuk untuk screw press dengan speksifikasi tehnis yang bagaimana sehingga menghasilkan hasil press minyak yang maksimal? Merk apa? Bagaimana dengan pemeliharaannya? Terima kasih